Kompilasi Pena

Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

Perbedaan Uang Belanja Dan Nafkah Untuk Istri

Inilah bedanya antara uang belanja dari suami untuk istri dan uang nafkah suami kepada istri dalam hubungan kewajiban suami memberikan nafkah kepada istrinya dalam sebuah keluarga.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan kita manusia menganggap bahwa nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya adalah uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, atau yang biasa disebut sebagai uang belanja.

Namun, tahukah kita semuanya bahwa ternyata nafkah istri dan uang belanja adalah dua hal yang berbeda.

Perbedaan Uang Belanja Dan Nafkah Untuk Istri

Nafkah Suami Untuk Istri


Arti definisi nafkah dalam bahasa adalah sesuatu yang dibelanjakan sehingga habis tidak tersisa. Sedangkan secara istilah syari’at artinya adalah mencukupi kebutuhan siapapun yang ditanggungnya, baik berupa makanan, minuman pakaian, atau tempat tinggal dalam hal ini adalah nafkah istri dan anak-anak.

Kewajiban suami memberikan nafkah dalam Islam tersebut dalam Al-Quran dan hadist Rasulullah SAW. Diantaranya adalah :
"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya dengan cara yang ma’ruf." (QS.Al-Baqarah 228)
"Maksudnya, para istri mempunyai hak diberi nafkah oleh suaminya yang seimbang dengan hak suami yang diberikan oleh istrinya, maka hendaklah masing- masing menunaikan kewajibannya dengan cara yang makruf, dan hal itu mencakup kewajiban suami memberi nafkah istrinya, sebagaimana hak- hak lainnya ." (Ibnu Katsir).

"Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah di dalam urusan perempuan karena sesungguhnya kamu telah mengambil mereka dengan kalimat Allah. Kamu telah menghalalkan kehormatan mereka dengan kalimat Allah, mereka berhak mendapatkan nafkah dari kamu dan pakaian dengan cara yang makruf." (HR. Muslim).
Islam mewajibkan suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan memberi nafkah istrinya selama ikatan suami istri masih berlangsung dan istri tidak durhaka terhadap suami. Kewajiban menafkahi ini berdasarkan antara lain juga terdapat pada :
  • "Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya." ( QS. Ath-Thalaq : 7).
  • "Berikanlah kepada mereka belanja dan pakaian dari hasil harta itu...” ( QS. An-Nisa : 5 ).
Sudah menjadi kewajiban seorang suami yang harus memberi nafkah kepada istrinya berupa uang belanja dan nafkah khusus untuk istri atau uang jajan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya :
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. "(QS. An-Nisa’: 34)

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:

“Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).” (HR. Muslim: 2137)

Sehingga dengan demikian berdasarkan pada dalil hadist diatas,maka ada dua nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya, yaitu rejeki (uang belanja) dan pakaian (nafkah istri).

Seperti informasi yang dilansir muslimahcorner telah dijelaskan kalau nafkah istri berarti suami memberikan sebagian hartanya kepada istri untuk dikelola dan digunakan untuk kepentingan pribadi istrinya.

Sedangkan yang dimaksud dengan uang belanja istri adalah memberikan harta (uang) untuk kebutuhan hidup suami, istri, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya.

Artinya dapat disimpulkan, uang belanja merupakan kewajiban seorang suami sebagai kepala keluarga bagaimana bisa menyejahterakan dan mencukupi kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya.

Kedudukan uang nafkah terdapat kemuliaan seorang istri, uang nafkah bukan menjadi 'pengemis' dalam memenuhi kebutuhan pribadinya.

Uang nafkah merupakan hak yang harus diterima sang istri dan istri punya hak penuh dalam mengelola dan menggunakan untuk kepentingan pribadinya.

Sementara uang nafkah merupakan kewajiban seorang suami yang qowam untuk menjaga kemuliaan dan membahagiakan wanita yang kini menjadi istrinya. Dan dalam hal ini istri bersyukur kepada suami dan merupakan bagian dari Cara Bersyukur Kepada Allah.

Istri Bekerja Apa Masih Menerima Uang Belanja Dan Nafkah Suami


Jika istri bekerja maka suami pun harus tetap memberikan uang belanja dan nafkah juga walaupun jumlahnya agak sedikit karena keduanya merupakan hak istri dan kewajiban sang suami.

Jika sekarang masih ada suami hanya memberikan uang belanja maka harus segeralah lengkapi kewajiban sebagai suami melengkapi kebutuhan istri Anda dengan uang nafkah.

Karena dalam uang nafkah tersebut merupakan suatu kemulian bagi istri dan memang sudah kewajiban dari suami.

Nah, untuk para suami, mulai sekarang sisihkan uang untuk memberi nafkah istri juga selain untuk memberi uang belanja.

Untuk para istri pun, boleh mengingatkan suaminya untuk memenuhi kewajiban nafkah istri, namun lakukan dengan cara yang wajar dan bersyukurlah atas setiap nafkah yang diberikan suami.

Insha Allah akan membawa berkah dalam kehidupan keluarga. (Dailymoslem)

Keutamaan Hikmah Manfaat Sedekah

Keutamaan keistimewaan hikmah manfaat pahala tujuan sedekah dalam ajaran agama Islam adalah tidak sedikit jumlahnya. Dan banyak dalil baik dalam Al-Qur'an maupun al Hadist yang menjelaskan keutamaan dalam bersedekah.

Sungguh keajaiban sedekah ini memiliki keutamaan yang besar. Terdapat ratusan dalil yang menceritakan keberuntungan, keutamaan, kemuliaan orang-orang yang bersedekah.

Dalam Al Quran, Allah Ta'ala berfirman tentang keutamaan berinfak di jalan Allah serta bersedekah di jalan-Nya pula. Apa yang disampaikan Al Qur’an tersebut diperkuat dan diperjelas oleh Rasulullah saw. melalui hadits-hadistnya.

Keutamaan Hikmah Manfaat Sedekah

Dan diantaranya adalah sebagai berikut :
"Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan untuk (memperoleh) doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS At Taubah, 9: 99)

Berdasarkan ayat ini, sedekah akan mendekatkan kita kepada Allah, Zat Yang Maha Pemberi rezeki. Dekat dengan Allah Yang Mahakaya akan menjamin terjaganya rezeki dan harta yang kita miliki. Artinya, semakin bakhil kita, akan semakin jauh kita dari rezeki dan nilai hakiki kekayaan yang sebenarnya.

Keutamaan Kemuliaan Sedekah


Makan definisi arti sedekah adalah berasal dari kata shadaqa yang artinya benar. Sedekah adalah pemberian atau perlakukan dari seorang muslim kepada orang lain secara sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlahnya sebagai bentuk kebajikan dalam rangka mengharap ridha Allah Swt.

Sehingga dengan demikian sedekah dapat kita pahami sebagai bukti kebenaran iman dalam berbagai bentuk perbuatan baik, hal ini karena iman harus selalu dibuktikan dengan amal shaleh atau amal yang baik sehingga setiap kebaikan yang dilakukan seorang muslim adalah sedekah.

Sedekah memiliki banyak keutamaan fadhilah sedekah itu sendiri dengan nilai yang besar dalam pandangan Allah Swt dan Rasul-Nya. Berikut ini beberapa hikmah manfaat sedekah antara lain adalah sebagai berikut :

Dapat Menghindarkan Seseorang Dari Neraka

Walau jumlah sesuatu yang kita sedekahkan meskipun hanya sedikit yang bisa disedekahkannya, bukan kikir tapi karena memang ia tidak mampu bersedekah dalam jumlah yang banyak, bahkan seandainya ia tidak punya apa-apa iapun bisa melakukannya dengan berbicara yang baik.

Rasulullah Saw bersabda yang artinya : "Jauhilah neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebiji kurma, kalau kamu tidak menemukan sesuatu, maka dengan omongan yang baik" (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Dapat Menghapus Dosa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya :
"Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)
Adapun dalam hal diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim.

Dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan dan berniat untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar.

Mendapat Pahala Yang Besar

Karena pahala suatu amal yang baik seringkali dilipatgandakan, bahkan bila sedekahnya dalam bentuk wakaf, maka pahalanya bisa terus mengalir meskipun pelakunya sudah wafat.

Rasulullah Saw bersabda yang artinya : "Apabila anak Adam wafat, putuslah amalnya kecuali tiga hal, yakni sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shaleh yang mendoakannya". (HR. Muslim).

Dan juga Allah akan melipatgandakan pahala orang yang bersedekah. Allah Ta’ala berfirman yang artinya :
"Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak" (QS. Al Hadid :1 8)

Memberi Keberkahan Pada Harta

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya." (HR. Muslim ).

Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal yaitu :
  1. Hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan.
  2. Jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.
Sedekah Mendatangkan Rejeki

Dengan kita mengeluarkan memberikan sedekah maka hal ini akan mendatangkan rizki. Dan rejeki ini adalah sebagai balasan langsung dari Allah Swt atas sedekah yang dikeluarkannya, ini merupakan suatu keberkahan baginya.

Rasulullah Saw bersabda yang artinya : "Turunkanlah (datangkanlah) rezkimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah (HR. Baihaqi).

Nikmat Manfaat Sedekah


Seringkali kita mendengar seruan untuk bersedekah. Banyaknya kisah yang mengatakan bahwa sedekah akan melipat gandakan harta tak urung membuat banyak orang termotivasi melakukannya. Tapi, jika hanya itu motivasinya maka sebaiknya Anda berpikir ulang. Sebab Anda akan kecewa.

Jalannya sedekah tak seperti yang Anda pikirkan. Ketika Anda bersedekah maka keesokan harinya Anda segera mendapat kembalian yang mengesankan. Entah berupa harta atau kemudahan berusaha. Jika mau mengkaji lebih dalam nikmat sedekah tak hanya soal harta bertambah. Tetapi juga hal-hal lain yang sifatnya lebih personal.

Berikut ini beberapa nikmat dan rahasia manfaat dalam bersedekah antara lain :

Memberikan Kebahagiaan

Apa yang Anda rasakan saat orang yang Anda beri sedekah terkesan memanfaatkan Anda? Apakah Anda marah ketika menyadari semakin Anda memberi semakin banyak dia meminta?

Jangan berhenti. Bukankah sedekah itu memberi kita kebahagiaan? Memberi membuat kita merasa penting dan berguna. Alhasil optimisme dan kepercayaan diri mengalir pada diri kita sendiri yang bersedekah untuk mencapai keridhoaan Allah bukan ridho manusia yang kita berikan sedekah.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Aidh Al-Qarni bahwa melakukan perbuatan baik pada orang lain akan membuat kita merasa bahagia.

Belajar Untuk Ikhlas

Jika tidak didasari oleh rasa ikhlas, akan sulit bagi kita mengeluarkan uang senilai lima ribu rupiah. Terutama saat kita mengalami kesulitan keuangan. Begitu banyak pertimbangan yang ujung-ujungnya membatalkan niat baik kita. T

api mari berpikir kebalikan dengan menempatkan diri kita sebagai orang yang sedang kesulitan. Bukankah menyenangkan dalam keadaan demikian ada yang memberi dukungan sosial?

Jangan takut uang itu hilang sia-sia. Sebab dengan bersedekah sesungguhnya Anda tengah menabung di bank semesta pimpinan Allah Ta’ala.

Belajar Untuk Sabar

Apa rasanya ketika orang yang kita bantu dengan sedekah itu tak mengucapkan terima kasih? Malah terkesan tidak acuh dan tidak peduli. Ketimbang marah, marilah kita berpikir sederhana ketika mengalami hal demikian.

Kita menganggap melakukan sedekah itu bak menimbun kotoran ayam di halaman belakang. Saat melakukannya memang tidak menyenangkan, tapi ketika si kotoran telah terurai dengan baik ia-lah yang mendapat keuntungan.

Halaman belakangnya subur, bisa ditanami segala macam tanaman. Saat tanaman besar dan berbuah ia akan memetik serta merasakan manisnya. Itulah hasil berpayah-payah menyemai kotoran ayam di halaman belakang. Begitu ia mengumpamakan pahala yang kelak ia dapatkan dari Allah untuk amal yang dilakukan penuh keikhlasan, tanpa mengharap balasan.

Dan hal-hal lainnya yang kita dapatkan kita peroleh dari sedekah dalam rangka mencari keridhoan Allah adalah bisa berupa :
  1. Bagi mereka yang percaya kepada ilmu sedekah, tak perlu diragukan lagi bahwa dengan kekuatan sedekah bisa menembus langit.
  2. Sedekah akan mengajarkan kita kebersyukuran, menghancurkan tembok-tembok kesombongan, merobohkan tiang-tiang keserakahan.
  3. Sedekah akan membawa hati dan harta, sehingga mudah dibawa mendekat kepada Sang Khaliq. Bersedekahlah, maka kesulitan apapun akan segera Allah berikan solusinya.
  4. Mengundang datangnya rezeki, menyembuhkan penyakit, melepas penderitaan dan kesulitan, memanjangkan umur, adalah empat hal keutamaan sedekah.

Jenis Macam Sedekah


Jenis macam sedekah selain dengan harta kekayaan uang juga bisa berupa hal-hal sebagai berikut :
  • Senyum. "Senyummu di muka saudaramu adalah sedekah bagimu" (HR. Bukhari).
  • Amar Makruf Nahi Munkar. "Menyuruh kebaikan dan mencegah kemunkaran adalah sedekah" (HR. Bukhari).
  • Hubungan Suami Istri. “Melakukan hubungan intim (dengan isteri yang dilakukan oleh) salah seorang diantara kamu merupakan sedekah”. Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, apakah kalau salah seorang diantara kita melampiaskan nafsu syahwatnya hal itu dihargai dengan pahala?”. Rasulullah menjawab: “Bagaimana pendapat kalian, seandainya seseorang melampiaskan syahwatnya pada hal yang haram?, apakah dia akan mendapatkan dosa?. Begitu juga jika dia menyalurkan hasrat birahinya pada hal yang halal, maka dia akan mendapatkan pahala”. (HR. Muslim, Abu Daud dan Ahmad).
  • Membuang Gangguan Di Jalan. "Engkau menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu" (HR. Bukhari).
Allah SWT telah berjanji bahwa sedekah akan membuat hati menjadi tenang dan tenteram, jauh dari kegelisahan dan penyakit-penyakit kejiwaan. Betapa tidak, sedekah akan menanamkan semangat kasih sayang dan silaturahmi di antara sesama manusia.

Sedekah itu pintu silaturahmi dan pintu persaudaraan. Sedekah bisa membuat lawan menjadi kawan, musuh menjadi saudara, yang benci menjadi cinta. Bahkan, lebih jauh lagi, sedekah yang dilakukan secara berkesinambungan akan mampu melahirkan keseimbangan di tengah-tengah masyarakat sehingga terjadinya kesenjangan sosial dan rusaknya tatanan kehidupan bermasyarakat bisa diminimalisasi.

Oleh karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan agar kita selalu berbuat baik kepada sesama, sekalipun terhadap seorang kafir.

Pembatal Puasa

Puasa Ramadhan 1434 H tahun 2013 ini telah dekat dan kita akan kedatangan tamu penuh dengan kemuliaan dan keberkahan yaitu Ramadhan. Marhaban Ya Ramadhan. Sungguh banyak kemuliaan bulan ramadhan ini, sebagai umat islam kita harus mengetahui akan keutamaan ramadhan dan ibadah-ibadah di dalamnya. Untuk itulah kita juga harus mengetahui akan pembatal-pembatal puasa Ramadhan yang akan bisa menghilangkan pahala puasa ramadhan kita tersebut. Karena memang banyak faedah manfaat puasa itu sendiri.

Kita tahu bahwasannya Muhammadiyah telah mengumumkan awal puasa ramadhan tahun 2013 ini adalah tanggal 9 Juli bulan depan. Yang hanya tinggal menghitung hari saja kedatangan ramadhan ini. Umat Islam juga harus melakukan beberapa persiapan menyambut Ramadhan baik dari segi fisik terlebih persiapan mental rohani kita juga.

Pembatal Puasa

Dalil mengenai pembatal puasa kita dapatkan dari Al-Qur'an yang artinya :"…Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam…" (QS. Al-Baqarah : 187).

Berikut beberapa hal yang menyebabkan puasa kita menjadi batal yaitu :

Jima' (Hubungan Suami Istri).
Jima’ adalah aktivitas inti dari hubungan suami istri. Jika seseorang melakukan jima’ saat berpuasa maka batallah puasanya, baik yang wajib maupun yang sunnah. Jima’ di siang hari pada bulan Ramadhan termasuk dosa-dosa besar bagi orang yang sedang berpuasa, dan bagi orang yang melakukannya wajib baginya membayar kaffaroh (tebusan).

Tebusan bagi orang yang berpuasa dan melakukan hubungan suami istri ini yaitu memerdekakan budak, apabila ia tidak mampu memerdekakan budak karena tidak mempunyai harta, atau ia memiliki harta akan tetapi tidak ada yang bisa dibebaskan secara syari’, maka wajib baginya berpuasa dua bulan berturut-turut, jika ia tidak mampu wajib atas dia memberi makan enam puluh orang miskin.

Al Inzal (Keluarnya Sperma).
Yaitu keluarnya mani dengan sengaja karena perbuatan orang yang berpuasa, seperti seorang suami yang mencium istrinya kemudian keluar air mani maka sesungguhnya ia telah merusak shaumnya. Adapun apabila keluarnya mani itu tidak disengaja seperti dia bermimpi kemudian keluar mani, maka shaumnya tidak batal karena hal itu bukan kemauannya.

Dan diharamkan bagi orang yang berpuasa untuk bercumbu-rayu apabila dikhawatirkan dapat merusak shaumnya. Maka tidak boleh bagi seorang suami mencium istrinya dan menyentuhnya, apabila dia yakin hal itu bisa menyebabkan keluarnya mani, karena hal itu menjadikan puasanya rusak.

Jika ciuman dan sentuhan tidak menyebabkan keluarnya air mani , maka hal itu tidak membatalkan puasa. Dari Aisyah Radhiyallahu anha, bahwasanya nabi biasa mencium dan bercumbu meskipun sedang berpuasa. Namun, beliau adalah orang yang paling mampu mengendalikan dirinya.

Muntah.
Jika seseorang muntah dengan sengaja, maka batal shaumnya, namun jika tanpa sengaja, maka tidak membatalkan shaum. Dan seorang yang berpuasa tidak batal shaumnya ketika dia melakukan pembatal-pembatal shaum karena jahil (belum sampai kepadanya ilmu terkait permasalahan tersebut) atau lupa.

Maka berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala (artinya): "Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kalian khilaf padanya tetapi yang ada dosa apa yang disengaja oleh hatimu." (QS. Al-Ahzab: 5).

Makan Minum Sengaja.
Dari semua jenis makanan dan minuman, dan termasuk kategori makanan adalah infuse, transfusi, yaitu suntikan yang mengandung zat-zat makanan yang berfungsi sebagai pengganti makanan bagi tubuh atau sesuatu yang dapat menggantikan makanan untuk menguatkan tubuh, maka perbuatan ini dapat membatalkan shaum, dan tidak boleh menggunakannya bagi orang yang sakit, kecuali ketika boleh baginya untuk tidak berpuasa karena sakitnya seperti orang yang terpaksa menggunakannya di siang hari, maka ini boleh digunakan baginya dan dia berbuka (tidak berpuasa), dan mengganti shaumnya di hari-hari yang lain.

Adapun suntikan yang selain disebutkan di atas seperti suntikan antibiotik, maka ini tidak membatalkan shaum, karena tidak berfungsi sebagai pengganti makanan dan minuman, akan tetapi untuk lebih berhati-hati sebaiknya tidak digunakan di waktu dia sedang berpuasa. Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tinggalkanlah segala apa yang meragukanmu kepada apa-apa yang tidak meragukanmu."

Keluarnya Darah Haidh dan Nifas.
Dalilnya adalah hadits yang di dalamnya terdapat ucapan nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada seorang wanita: "Bukankah wanita yang sedang haidh tidak melakukan shalat dan puasa?" jika melihat darah haidh atau nifas maka batalah puasanya. Baik pada waktu siang maupun sesat sebelum matahari tenggelam. Jika ia merasa bahwa darah haidh sudah mulai mengalir, namun tidak sampai keluar hingga terbanmnya matahari, maka puasanya tetap sah.

Jika wanita haidh dan nifas tidak berpuasa, ia harus mengqodho’ puasanya di hari lainnya. Berdasarkan perkataan ‘Aisyah, “Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat.”

Tawakkal Kepada Allah

Tawakkal adalah kedudukan yang mulia dan juga mempunyai pengaruh yang besar pada diri seoranf muslim. Bahkan tawakal termasuk bagian dari kewajiban iman yang paling besar, merupakan amalan yang utama, suatu bentuk ibadah yang mendekatkan diri pelakunya kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, dan kedudukan paling tinggi dalam mengesakan Allah Ta'ala. Sesungguhnya semua urusan tidak dapat diraih, kecuali dengan rasa tawakal kepada Allah dan senantiasa memohon pertolonganNya dalam segala hal aspek kehidupan.

Pengertian tawakal adalah bahwasannya tawakal berasal dari kata ‘tawakala’ yang memiliki arti :" menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan.: Ini adalah definisi tawakal dan makna tawakal berdasarkan arti dari segi bahasa.(Munawir, 1984 : 1687). Seseorang yang bertawakal adalah seseorang yang menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan segala urusannya hanya kepada Allah SWT.

Imam Imam Ahmad bin Hambal mendefinisikan arti serta makna tawakkal ini adalah sebagai aktivitas hati, artinya tawakal itu merupakan perbuatan yang dilakukan oleh hati, bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh. Dan tawakal juga bukan merupakan sebuah keilmuan dan pengetahuan. (Al-Jauzi/ Tahdzib Madarijis Salikin, tt : 337).

Hakikat tawakkal kepada Allah adalah merupakan bentuk dari penyandaran hati kepada Allah. Ini adalah puncak perwujudan tauhid dan akumulasi keimanan pada dir seorang mukmin. Tingkat perwujudan yang tertinggi adalah dengan mewujudkan sikap tawakal dengan jujur. Tawakal adalah akumulasi keimanan. Tetapi mengupayakan sebab-sebab, tidak menodai tawakal, tidak juga bertentangan dengannya, bahkan tindakan ini adalah bagian dari tawakkal itu sendiri.

Tawakal merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan dalam Islam. Oleh karena itulah, kita dapat melihat, banyak sekali ayat-ayat Al-Qur'an ataupun hadits-hadits yang memiliki muatan mengenai tawakal kepada Allah SWT.

Beberapa dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan tawakal hanya kepada Allah disebutkan antara lain dalam :
"Dan bertawakalah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memujiNya...( QS. Al-Furqan (25) : 58 ).
"Sebab itu bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata."( QS. An-Naml (27) : 79 ).
"Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal,jika kamu benar-benar orang yang beriman."( QS. Al-Maaidah (5) : 23 ).

Hadist yang berkaitan dengan sikap tawakal ini salah satunya adalah hadist yang berasal dari Umar bin Khattab ra berkata, bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah SWT dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Allah SWT), sebagaimana seekor burung diberi rizki, dimana ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

Seorang muslim memandang tawakal kepada Allah dalam semua pekerjaannya bukan hanya sebagai kewajiban semata, melainkan juga sebagai fardhu agama yang tidak hanya berkaitan dengan urusan agama, tetapi juga urusan duniawi termasuk berada di dalamnya. Dengan kata lain, tawakal tidak hanya berkaitan dengan urusan duniawi dan mencari rezeki semata, tetapi diharuskan pula dalam segala masalah yang berhubungan dengan beribadah kepada Allah SWT.

Demikian juga manusia, sekiranya manusia benar-benar bertawakal kepada Allah SWT dengan mengamalkan hakekat tawakal yang sesungguhnya, tentulah dari aspek rizki, Allah SWT akan memberikan rizki padanya sebagaimana seekor burung yang berangkat pada pagi hari dengan perut kosong dan pulang pada sore hari dengan perut kenyang. Artinya insya Allah rizkinya akan Allah cukupi.

Barangsiapa yang ber-tawakal kepada Allah, Allah akan mencukupkan segala kebutuhannya. Barangsiapa yang berpegang teguh dengan agama Allah, niscaya Allah akan menyelamatkannya. Barangsiapa yang menyerahkan segala urusannya kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya petunjuk.

Janganlah kita meninggalkan shalat, dengan dalih sedang sibuk menjalankan pekerjaan kita, dan beralasan bahwa bekerja juga ibadah. Ibadah apa? Jangan kita katakan, kita pergi ke luar negeri hanya untuk memenuhi rezeki anak-anak kita. Kemudian, jika kita menemukan pekerjaan haram atau harta yang haram jiwa kita berhasrat menguasainya. Tidak...! Sesungguhnya yang memberi rezeki hanyalah Allah. Janganlah kita mengabaikan kewajiban Allah ataupun hakNya.

Tawakal yang merupakan perintah Allah dan sunnah Rasulullah SAW, jika dilakukan dengan baik dan benar, insya Allah tidak akan menjadikan seorang hamba menjadi hina dan tidak memiliki apa-apa. Karena inilah arti tawakal dalam Islam. Karena tawakal tidak identik dengan kepasrahan yang tidak beralasan. Namun tawakal harus terlebih dahulu didahului dengan adanya usaha yang maksimal. Hilangnya usaha, berarti hilanglah hakekat dari tawakal itu.

Tanggung Jawab Kewajiban Orang Tua

Kewajiban orang tua mendidik anak adalah merupakan bagian dari tanggung jawab orang tua terhadap keluarga, anak dan istri dalam sebuah ruang lingkup keluarga. Pendidikan anak tidak hanya berfokus mengenai pendidikan dunia saja, akan tetapi juga mengenai pendidikan agama, akhlak yang baik kepada buah hati kita masing-masing. Inilah pentinganya kita untuk mengetahui akan berbagai tanggung jawab kewajiban orang tua terhadap anak yang harus para orang tua laksanakan dengan baik dan penuh dengan amanah.

Kehadiran buah hati dana anak-anak dalam sebuah keluarga adalah merupakan bagian kebahagiaan yang banyak dicari oleh para orang tua dan keluarga tentunya. Bahkan banyak pula keluarga yang mendambakan kehadiran anak dengan melakukan berbagai tips agar cepat hamil juga belum pula diberikan dan di karuniai oleh Allah Ta'ala. Untuk itulah bersyukur bila dikarunia seorang anak perempuan atau pun anak laki-laki dan sungguh-sungguh dalam memberikan pendidikan baik dalam hal pendidikan agama untuk anak dan juga pendidikan dunianya.

Tanggung Jawab Kewajiban Orang Tua

Berikut beberapa kewajiban dan tanggung jawab orang tua terhadap keluarga yaitu :

Kewajiban Memimpin Keluarga.
Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarga. Dan kewajiban memimpin keluarga dalam hal ini. Maka orang tua mempunyai kewajiban untuk membimbing anggota keluarga menempuh agama Allah dan juga menyelamatkan dari api neraka. Allah Ta'ala berfirman : "Hai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu". (QS. At-Tahrim: 6). Dalam memimpin keluarga, maka figur orang tua dan contoh serta suri tauladan yang baiklah akan sangat membantu dalam menjalankan kewajiban ini. Tentunya sikap dan perilaku yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Kewajiban Memberikan Nafkah Halal Kepada Anggota Keluarga.
Kewajiban dalam memberikan nafkah halal ini selamanya akan tetap terpikul di pundak para ayah. Adapun bagi para ibu, tidak ada kewajiban baginya untuk menafkahi keluarga. Jika kemudian pada perkembangannya para ibu bekerja untuk membantu tugas para ayah memenuhi kebutuhan keluarga dengan tetap menjaga kehormatan diri ketika keluar rumah, ia akan diberi pahala shadaqah atas apa yang diberikannya.
Dalam hal ini Allah Ta'ala telah berfirman :"Dan menjadi kewajiban para ayah, untuk memberi makanan dan pakaian kepada istri dan anak-anaknya.." (QS. Al-Baqarah:233).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Satu dinar yang engkau infakkan fi sabilillah, satu dinar yang engkau infakkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau shadaqahkan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu. Pahalanya lebih besar yang engkau nafkahkan untuk keluarga". (HR. Muslim)
Tidak semua jenis nafkah yang diberikan orang tua akan diganjar dengan kebaikan. Hanya nafkah yang halal sajalah yang akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang besar dan juga ampunan-Nya. Sementara sebaliknya yaitu nafkah yang haram dalam mendapatkannya, tidak akan mendapat ganti dan menambah apa pun selain kecelakaan, kesengsaraan dan kehinaan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima, dunia dan akhirat.

Kewajiban Keteladanan Yang Baik Kepada Keluarga.
Anak-anak yang lahir, tumbuh dan di besarkan dalam lingkungan keluarga yang dipenuhi kelemahlembutan, dan dalam balutan pendidikan Islam yang baik maka pada saat dewasa ia pun akan menjadi pribadi yang penyabar, penuh cinta kasih dan mudah memaafkan. Karena, anak-anak belajar (terutama) dari apa yang ia lihat. Terutama dalam keluarga adalah figur ayah dan ibunya

Kewajiban Memberikan Pendidikan Kepada Anak.
Pendidikan agama yang merupakan pondasi keselamatan dunia akherat dan juga pendidikan formal atau pun non formal lainnya yang sekarang banyak di sekitar kita harus bisa kita manfaatkan oleh para orang tua dengan sebaik-baiknya untuk menghasilkan seorang anak yang mempunyai kepribadian dan karakter yang baik dan Islami. Pendidikan dunia dan juga pendidikan akherat dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam rangka mendidik anak.

Cara Bersyukur Kepada Allah

Mensyukuri nikmat Allah adalah merupakan kewajiban kita sebagai manusia dan juga hambaNya. Karena memang nikmat Allah yang diberikan kepada kita amatlah banyak dan tak mungkin kita bisa menghitung nikmat-nikmat Allah tersebut.

Dan nikmat terbesar bagi kita dari Allah Ta'ala adalah nikmat iman dan juga nikmat Islam ini. Dam semoga kita bisa bersyukur kepada Allah atas semuanya ini.

Mensyukuri karunia nikmat Allah harus berupa pengakuan hati kepada Kebesaran dan Keagungan Allah dalam sikap dan tindakan nyata,berupa membantu hajat hidup orang-orang yang dalam kesempitan, menghibur orang-orang yang dalam kesedihan.

Orang yang terkena musibah, membantu mereka yang membutuhkan pertolongan,menyantuni anak-anak yatim dan badan-badan amal lainnya.

Janganlah berdalih tidak mampu sementara rizki terus mengalir masuk, penuhilah telapak tangan fakir miskin yang sedang mengulas dada tipisnya karena ketiadaan makanan hingga kelaparan berkepanjangan,ceritakanlah, kabarkanlah dan sebarkanlah kepada orang lain betapa nikmat Allah yang telah kita rasakan, ulangilah berkali-kali syukur ini kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala.

Realisasi rasa syukur kepada Allah tersebut, bukanlah suatu perbuatan yang sia-sia,tapi dengan demikian akan mempertebal Iman dan Takwa kepada Maha Pencipta, dan yang terpenting kita akan terhindar dari murka dan siksaan Allah seperti FirmanNya dalam Al-Qur'an surat Al-An’am ayat 46 yang berbunyi: Artinya: “Katakanlah, terangkanlah kepadaKu jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana (Kami) berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami) kemudian mereka tetap berpaling juga."

Arti syukur dalam harfiah bahasa adalah merupakan pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut (Al Jauhari). Sedangkan pengertian bersyukur dalam agama bahwa syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat.

Cara Bersyukur Kepada Allah

Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah"(Madarijus Salikin, 2/244). Ini adalah pengertian syukur menurut Ibnul Qayyim. Dan 3 hal di atas adalah cara mensyukuri nikmat Allah atas diri kita.

Cara mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada kita yaitu dengan :
  1. Mensyukuri nikmat Allah dengan melalui hati.Cara bersyukur kepada Allah dengan hati ini maksudnya adalah dengan mengakui, mengimani dan meyakini bahwa segala bentuk kenikmatan ini datangnya hanya dari Allah SWT semata.
  2. Mensyukuri nikmat Allah dengan melalui lisan kita. Caranya adalah dengan kita memperbanyak ucapan alhamdulillah (segala puji milik Allah) wasysyukru lillah (dan segala bentuk syukur juga milik Allah).
  3. Mensyukuri nikmat Allah dengan perbuatan kita. Yaitu perbuatan dalam bentuk ketaatan kita menjalankan segala apa yang diperintah dan menjauhi segala apa yang dilarangNya. PerintahNya termasuk segala hal yang yang berhubungan dalam rangka menunaikan perintah-perintah Allah, baik perintah itu yang bersifat wajib, sunnah maupun mubah.
Marilah kita memohon kehadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan kufur nikmat dan memberikan limpahan karunia agar kita tetap termasuk dalam golongan yang sedikit yakni golongan orang-orang yang tahu mensyukuri nikmatNya...aamiin...aamiin.

Satu hal lagi yang lebih membesarkan hati kita yakni adanya jaminan Allah Subhannahu wa Ta'ala bagi hambaNya dengan firmanNya dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 7: Yang Artinya: “Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambahkan bagimu beberapa kenikmatan, dan jika kamu sekalian mengingkarinya ingatlah siksaKu sangat pedih.”

Keutamaan Ibadah Haji

Keutamaan Ibadah Haji - Keutamaan Hikmah Ibadah Haji Dalam urutan rukun islam ibadah haji adalah merupakan rukun Islam yang kelima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.

Sudah kita ketahui bersama bahwa Haji adalah ibadah yang amat mulia. Ibadah haji pula ada syarat rukun haji yang harus dipenuhi pula untuk bisa melaksanakan ibadah haji sesuai dengan Al-Qur'an Dan As-Sunnah yang telah dicontohkan beserta juga dalil-dalil Qur'an dan Hadist mengenai ibadah haji. Ibadah tersebut adalah bagian dari rukun Islam bagi orang yang mampu menunaikannya. Keutamaan haji banyak disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima. Perintah rukun Islam yang kelima itu wajib bagi yang mampu menjalankannya. Dan sekarang ini seluruh Umat Islam di dunia sedang mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Ibadah Haji

Ada beberapa keutamaan hikmah ibadah haji yang bisa kita petik sebagai Umat Islam yang melaksanakan serta menunaikan ibadah haji ini. Keutamaan Ibadah haji diantaranya yaitu :
  1. Haji merupakan amalan ibadah yang paling afdhol. Amalan ibadah Haji adalah salah satu ibadah dalam Islam dan juga amalan ibadah yang banyak memberi manfaat. Dalil hadist nabi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyatakan keutamaan ibadah haji salah satunya yaitu : Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)
  2. Balasan haji Mabrur adalah Surga. Jika ibadah haji tidak bercampur dengan dosa (syirik dan maksiat), maka balasannya adalah surga. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9/119). Dan semoga semua jamaah haji baik dari Indonesia maupun negara lainnya yang tengah menjalankan ibadah haji ini mendapatkan pahala haji mabrur. Dan mengenai haji mabrur ini pula ada beberapa syarat tanda haji mabrur yang harus dipenuhi untuk bisa menyandang predikat haji yang mabrur.
  3. Orang yang menjadi Berhaji adalah tamu Allah. Siapa saja yang menunaikan ibadah haji ini merupak tamu-tamu Allah. Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda," Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893)
Selain dari keutamaan menunaikan ibadah haji di atas, ada juga beberapa hikmah menunaikan ibadah haji dan hikmah ibadah haji diantaranya yaitu :
  1. Membersihkan dosa. Kita sebagai umat manusia tentunya idak akan terlepas dari dosa, lupa dan khilaf. Dan ibadah haji ini salah satu hikmah menunaikan haji adalah salah satu syariat agama dalam rangka membersihkan dosa, walaupun banyak juga cara untuk membersihkan dosa selain dengan haji ini. Mengerjakan ibadah haji merupakan kesempatan untuk bertaubat dan meminta ampun kepada Allah. Terdapat beberapa tempat dalam mengerjakan ibadah haji itu merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa dan bertaubat.
  2. Meningkatkan Keimanan dan Meneguhkan Keimanan. Pada pelaksanaan ibadah haji ini tentunya seluruh umat Islam di dunia berkumpul. Dari berbagai macam ras, suku, negara dan sebagainya dan semuanya berkumpul untuk satu tujuan yaitu menjalankan salah satu rukun Islam dan beribadah mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Dengan berbagai macam warga negara dan berbagai bentuk dan macam manusia dengan satu tujuan maka hal tersebut akan meningkatkan keimanan kita. Itulah salah satu hikmah keutamaan haji diantaranya.
  3. Belajar akan Sejarah dan Meneladaninya. Tanah suci Mekah adalah merupakan lembah yang menyimpan banyak rentetan peristiwa-peristiwa bersejarah dalam agama Islam. Di antaranya sejarah nabi-nabi dan rasul, para sahabat Rasulullah, para tabiin, tabi’ut tabiin dan salafus saleh yang mengiringi mereka. Sesungguhnya peristiwa tersebut boleh diambil iktibar atau pengajaran untuk membangun jiwa seseorang. Contoh peristiwa sejarah ibadah haji dan asal muasal ibadah haji, pelajaran dari ibadah haji diantarnya yaitu : Pertemuan di antara Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa di Padang Arafah. Siti Hajar dan Nabi Ismail a.s. ditinggalkan di tengah padang pasir yang kering kerontang di antara Bukit Safa dan Marwah. Pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. menyembelih Nabi Ismail a.s. sebagi menurut perintah Allah. Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ibrahim a.s. mendirikan Kakbah. Lahirnya seorang anak yatim yang miskin dan serba kekurangan. Tidak tahu membaca dan menulis, tetapi mempunyai akhlak yang terpuji hingga mendapat gelaran Al-Amin. Medan Badar dan Uhud sewajarnya mengingati seseorang kepada kegigihan Rasulullah dan para sahabat menegakkan agama Allah.
Demikian tadi sekilas mengenai ibadah haji di Bulan Dzulhijjah ini. Dan bagi yang mampu bagi dari segi fisik kesehatan atau pun materi (kemampuan finansial) maka menunaikan ibadah haji adalah merupakan rukun Islam yang harus ditunaikan bagi setiap muslim.

Tips Sehat Puasa

Tips Sehat Puasa - Tips Sehat Dalam Berpuasa Puasa adalah merupakan salah satu syariat dalam agama Islam dan tentunya bagi umat Islam bila sedang dalam bulan Ramadhan diwajibkan untuk menjalankan puasa ramadhan. Dan tentunya dalam menjalankan kewajiban berpuasa kita juga memerlukan beberapa tips puasa sehat.

Tips Sehat Puasa

Berikut beberapa tips sehat selama puasa Ramadhan :
  1. Gembira menyambut dan melaksanakan ibadah puasa. Karena kegembiraan kita dalam menyambut Ramadhan ini adalah modal utama bagi jiwa dan psikologi kita. Dengan kita merasakan perasaan gembira maka epinefrin tereduksi, endorpin dan aktivitas glukagon meningkat sehingga tubuh dalam hal ini akan lebih kuat menjalankan ibadah puasa ramadhan.
  2. Jangan meninggalkan sahur. Agama Islam ini adalah agama yang mulia. Dibalik disunahkan bersahur banyak hikmah serta manfaatnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dan diriwayatkan oleh Anas, ia berkata: "Rasulallah pernah bersabda: 'Bersahurlah kamu, karena sesunguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan'" Mutaffaq'alaih H.R.Bukhari (1923) dan Muslim(1095). Itu adalah hadist keutamaan sahur yang telah disabdakan oleh Rasulullah. Agar kita tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa sahur adalah salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan.
  3. Minum yang cukup. Dalam hal ini tips sehat puasa ramadhan adalah minum air putih yang cukup baik di kala berbuka maupun kala kita bersantap sahur. Karena menurut kesehatan kebutuhan tubuh yang sehat bagi konsumsi air ini adalah kurang lebih 2 liter. Tentunya pun tidak diminum sekaligus dan tergantung bagaimana kita mengaturnya.
  4. Berbuka dengan yang manis. Dan dalam hal ini disunnahkan berbuka dengan kurma. Rasulullah shallallahu ;alaihi wa sallam bersabda :"Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena dia adalah berkah, apabila tidak mendapatkan kurma maka berbukalah dengan air karena dia adalah bersih." (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud ). Demikian tadi hadist mengenai keutamaan berbuka dengan kurma. Makanan atau minuman yang manis saat berbuka akan segera meningkatkan kadar gula darah yang selama kita berpuasa mengalami penurunan.
  5. Saat pertama kai berbuka, jangan langsung minum air dingin atau pun es. Sebaliknya, biasakan berbuka dengan minuman yang hangat. Perut kosong bisa menjadi kembung, bila kita langsung berbuka puasa dengan air dingin, maka asam lambung dalam tubuh akan terbentuk semakin banyak dan tentunya hal ini akan kurang baik bagi kita.
  6. Perbanyaklah dalam makan makanan yang tinggi serat seperti yang terdapat pada sayur dan buah. Tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat. Hal yang satu ini penting untuk diperhatikan, karena tentunya dalam bulan Ramadhan akan banyak jenis makanan yang tersedia dan mudah didapatkan yang seringkali berbentuk manisan dan gorengan sehingga makanan yang mengandung serat seringkali dilupakan.
  7. Bagi penderita diabetes harus secara teratur memonitor gula darah mereka, cukup hidrasi dan tidak makan yang manis-manis tanpa ada advis medis dan hal ini perlu dikonsultasikan dahulu dengan medis.

Ref : Sumber

Pesantren Benteng Pendidikan Karakter Bangsa

Pesantren Benteng Pendidikan Bangsa.Pondok pesantren dinilai sebagai benteng pembangunan akhlak dan juga pusat pendidikan karakter bangsa dengan pola pembinaan selama 24 jam.Pembangunan akhlak menjadi perhatian besar bagi kebanyakan pesantren di tanah air.Penyelenggraan pendidikan di pesantren umumnya selalu diprioritaskan pada penggemblengan akhlak.

Pola pembinaan santri yang selama 24 jam di pesantren ditujukan untuk membina akhlak.Dengan pola 24 jam santri tinggal di asrama, kyai dan guru pembinmbing dapat mengontrol perilaku santri dan mengarahkan sesuai dena akhlak Islam.Pembinaan selama 24 jam sebagai wujud keseriusan pesantren dalam membina akhlak santri.Dengan tinggal dalam asrama selama 24 jam, pihak pesantren dapat melakukan kontrol scara ketat perkembangan akhlak santri.

pesantren,pendidikan pesantren,pembinaan akhlak di pesantren,Kompilasi Pena

Pola pembinaan 24 jam yang dikembangkan dalam pesantren juga memudahkan pesantren dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada para santri.Pesantren juga bisa merupakan wadah dan kawah candradimuka pendidikan karakter bangsa.Pesantren memberikan kontribusi signifikan dalam membangun moralitas dan karakter bangsa.Pesantren telah banyak berkontribusi sebelum bangsa Indonesia ini berdiri.Bahkan pesantrentelah berkembang sejak jaman Wali Songo beberapa abad yang silam.Memberikan kontribusi bagi pembinaan akhlak bangsa.

Surat Seorang Ibu Pada Anak Durhaka

Bismillah….

Menyambung kemarin setelang memposting doa buah hati maka malam ini pena membagikan sedikit mengenai Surat Seorang Ibu Pada Anak Durhaka dan semoga kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah di balik artikel ini.Semoga bermanfaat sahabat...


Wahai Anakku!

Inilah surat dari ibumu yang lemah, yang ditulis dengan penuh rasa malu setelah lama mengalami keraguan dan kebimbangan. Ibu pegang penanya berkali-kali lantas terhenti, dan ibu letakkan lagi pena itu karena air mata berlinang berkali-kali yang disusul dengan rintihan hati.

Wahai Anakku!

Sesudah perjalanan waktu yang panjang, ibu rasa engkau sudah dewasa dan memiliki akal sempurna maupun jiwa yang matang. Sedangkan ibu punya hak atas dirimu, maka bacalah sepucuk surat ini; dan jika tidak berkenan robek-robeklah sebagaimana engkau telah merobek-robek hati ibu.

Wahai Anakku!

Dua puluh lima tahun yang lalu adalah hari yang begitu membahagiakan hidup ibu. Ketika dokter memberitahu ibu, ibu sedang mengandung. Semua ibu tentu mengetahui makna ungkapan itu, yakni terhimpunnya kebahagiaan dan kegembiraan, serta awal perjuangan seiring dengan adanya berbagai perubahan fisik maupun psikis. Sesudah berita gembira itu ibu peroleh, dengan senang hati, ibu mengandungmu selama sembilan bulan.

Ibu berdiri, tidur, makan dan bernafas dengan susah payah. Namun itu semua tidak menyebabkan surutnya cinta ibu padamu dan kebahagiaan ibu menyambut kehadiranmu. Bahkan rasa cinta dan kerinduan ibu padamu tumbuh subur dan berkembang hari demi hari. Ibu mengandungmu dalam kondisi yang lemah dan bertambah lemah, payah dan bertambah payah. Ibu sangat bahagia meski bobotmu semakin berat, padahal kehamilan itu sangat berat bagi ibu.


Itulah perjuangan yang akan disusul dengan cahaya fajar kebahagiaan setelah berlalunya malam panjang, yang membuat ibu tidak bisa tidur dan kelopak mata ibu tak bisa terpejam. Ibu merasakan derita yang sangat, rasa takut dan cemas yang tak bisa dilukiskan dengan pena dan tak sanggup diungkapkan dengan retorika lisan. Ibu telah berkali-kali melihat kematian dengan mata kepala ibu sendiri, sehingga akhirnya engkau lahir ke dunia ini. Air mata tangismu yang bercampur dengan air mata kegembiraan ibu telah menghapus seluruh derita dan luka yang ibu rasakan.

Wahai Anakku!

Telah berlalu tahun demi tahun dari usiamu, dan dirimu selalu ibu bawa dalam hati ibu. Ibu memandikanmu dengan kedua tangan ibu. Pangkuan ibu sebagai bantalmu. Dada ibu sebagai makananmu. Ibu berjaga semalaman agar engkau bisa tidur. Ibu susuri siang hari dengan keletihan demi kebahagiaanmu. Dambaan ibu tiap hari adalah melihatmu tersenyum. Dan idaman ibu setiap saat adalah engkau meminta sesuatu yang ibu sanggup lakukan untukmu. Itulah puncak kebahagiaan ibu.

Itulah hari-hari dan malam yang ibu lalui sebagai pelayan yang tak pernah menyia-nyiakanmu sedikit pun. Sebagai wanita yang menyusuimu tiada henti, dan sebagai pekerja yang tak pernah putus hingga engkau tumbuh dan menjadi seorang remaja. Dan mulailah nampak tanda-tanda kedewasaanmu. Ketika itu pula, ibu kesana kemari mencarikan calon istri yang kau inginkan. Lalu tibalah saat pernikahanmu. Denyut jantung ibu terasa berhenti dan air mata ibu deras bercucuran karena gembira melihat hidup barumu dan karena sedih berpisah denganmu.

Saat-saat yang begitu berat telah lewat. Namun engkau seolah bukan lagi anak ibu, seperti yang ibu kenal selama ini. Sungguh engkau telah mengabaikan diri ibu dan tidak mempedulikan hak-hak ibu. Hari-hari berlalu dan ibu tidak lagi melihatmu dan tidak pula mendengar suaramu. Engkau masa bodoh kepada ibu yang selama ini menjadi pelayan yang mengurusimu.

Wahai Anakku!

Ibu tidak meminta apa pun selain posisikanlah diri ibu ini seperti kawan-kawanmu yang terdekat denganmu. Jadikanlah ibu sebagai salah satu terminal hidupmu sehari-hari, sehingga ibu dapat melihatmu meskipun sekejap.

Wahai Anakku!

Punggung ibu telah bongkok. Anggota tubuh ibu telah gemetaran. Beragam penyakit telah membuat ibu semakin ringkih. Rasa sakit senantiasa mendera ibu. Ibu sudah susah untuk berdiri maupun duduk, namun hati ibu masih sayang padamu.

Andaikan ada seseorang yang memuliakanmu sehari, tentu engkau akan memuji kebaikannya dan keelokan budinya. Padahal, ibumu ini telah benar-benar berbuat baik kepadamu, namun engkau tak melihatnya dan tak mau membalas kebaikannya. Ibumu telah menjadi pelayanmu dan telah mengurusmu bertahun-tahun. Lantas manakah balas budi dan hak ibu yang harus engkau tunaikan? Sekeras itukah hatimu? Apakah hari-hari sibukmu telah menyita seluruh waktumu?

Wahai Anakku!

Ibu merasakan kebahagiaan dan kegembiraan bertambah saat melihatmu hidup bahagia, karena engkau adalah buah hati ibu. Apa salah ibu sehingga engkau memusuhi ibu, tak suka melihat ibu, dan engkau merasa berat untuk mengunjungi ibu? Apakah ibu pernah berbuat salah padamu atau pelayanan ibu kurang memuaskanmu?

Jadikanlah ibu seperti pelayan-pelayanmu yang engkau beri upah. Curahkanlah setitik kasih sayangmu. Renungkanlah jasa ibu dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah amat menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Wahai Anakku!

Ibu sangat berharap bisa bersua denganmu. Ibu tak ingin apapun selain itu. Biarkanlah ibu melihat muramnya wajahmu dan episode-episode kemarahanmu.

Wahai Anakku!

Sisakan peluang di hatimu untuk berlemah-lembut dengan seorang wanita renta, yang diliputi kerinduan dan dirundung kesedihan ini. Yang menjadikan kedukaan sebagai makanannya dan kesedihan sebagai selimutnya. Engkau cucurkan air matanya. Engkau membuat sedih hatinya dan engkau memutuskan hubungan dengannya.

Ibu tidak mengeluhkan kepedihan dan kesedihan ibu kehadirat-Nya, karena jika ibu adukan perkara ini ke atas awan dan ke pintu gerbang langit sana, ibu khawatir hukuman akan menimpamu, dan musibah akan terjadi dalam rumah tanggamu, lantaran kedurhakaanmu.

Karena ibu teringat peringatan junjungan kita Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Maukah kalian aku sampaikan tentang dosa yang terbesar?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengucapkannya tiga kali. Para sahabat menjawab, “Ya, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.”
(HR. Bukhari).

“Tidak masuk surga orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya.”
(HR. Ahmad).

“Tiga golongan orang yang tidak akan dilihat (dengan pandangan rahmat) oleh Allah pada hari kiamat; orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, orang yang suka minum minuman keras, orang yang suka mengungkit pemberiannya.”
(HR. Nasaai dan dinyatakan shahih oleh Albani).

“Terlaknat orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya.”
(HR. Hakim dan Thobrani serta dinyatakan shahih oleh Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib, 2/334).

Tidak, ibu tidak menginginkan itu. Engkau tetap menjadi buah hati dan hiasan dunia ibu.

Camkanlah wahai Anakku!

Ketuaan mulai nampak dalam belahan rambutmu. Tahun demi tahun akan berlalu, dan engkau akan menjadi tua renta, sedangkan setiap perbuatan pasti akan dibalas setimpal. Engkau akan menulis surat kepada setiap anak-anakmu dengan cucuran air mata, sebagaimana yang ibu tulis untukmu. Dan di sisi Allah, akan bertemu orang-orang yang berselisih, hai Anakku. Maka bertakwalah engkau kepada Allah terhadap ibumu. Usaplah air matanya dan hiburlah agar kesedihannya sirna.

Robek-robeklah surat ini setelah engkau membacanya. Namun ketahuilah, siapa saja yang beramal shaleh, maka keshalehan itu buat dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat, maka balasan buruk bakal menimpanya.

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa berbuat jahat, maka (dosanya) menjadi tanggungannya sendiri. Dan Rabbmu sekali-kali tidaklah menzalimi hamba-hamba-Nya.”
(QS. Fushshilat: 46).

Bahan rujukan: Qashash Mu’atstsirah fi Birr wa ‘Uquqil Walidain (terjemahan) karya Fathurrahman Muhammad Jamil, dan lain-lain. (Al Fikrah)

(Ukhty Fillah’s Note)

Fadhilah dan Keutamaan Malam Seribu Bulan

Bismillah...

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan dan kemampuan untuk senantiasa menjalankan ibadah puasa pada ramadhan tahun 1432 H ini.Semoga kita bisa menjalankannya sampai akhir dan meraih kemenangan pada Bulan Syawal nanti.Karena puasa ramadhan ini banyak sekali manfaat dan faedahnya.Untuk mengetahui faedah puasa Ramadhan sahabat bisa | baca di Beberapa Faedah Puasa | Kita sekarang sedang mempersiapkan sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan yang mana di salah satunya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu Bulan yaitu Malam Lailatul Qadar.
Selamat menyimak sahabat, semoga bermanfaat

Fadhilah dan Keutamaan Malam Seribu Bulan

Syaikh Salim Bin Ied Al Hilaly dan Syaikh Ali Bin Hasan Bin Ali Bin Abdul Hamid

Keutamaannya sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al Quran Al Karim yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Ummat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini (malam Lailatul Qodar/Nuzul Qur’an, red), akan tetapi mereka bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah.

Inilah wahai saudaraku muslim, ayat-ayat Qur’aniyah dan hadits-hadits Nabawiyyah yang shahih yang menjelaskan tentang malam tersebut.


1. Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman (yang artinya),

[1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 - 5]

Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan nan penuh hikmah,

[3]Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. [4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, [5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, [6] sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[QS Ad Dukhoon: 3 - 6]

2. Waktunya

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam tanggal 21, 23, 25, 27, 29 dan akhir malam bulan Ramadhan. (Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeda-beda, Imam Al Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bidzkri Lailatul Qadar, membawakan perkatan para ulama dalam masalah ini, lihatlah).

Imam Syafi’i berkata, "Menurut pemahamanku, wallahu a’lam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada beliau, "Apakah kami mencarinya di malam hari?", beliau menjawab, "Carilah di malam tersebut.". (Sebagaimana dinukil al Baghawi dalam Syarhus Sunnah 6/388).

Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada malam terakhir bulan Ramadhan, berdasarkan hadits ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, (yang artinya) "Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan."
(HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169)

Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir, karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata): Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya."
(HR Bukhari 4/221 dan Muslim 1165).

Ini menafsirkan sabdanya (yang artinya), "Aku melihat mimpi kalian telah terjadi, maka barangsiapa ingin mencarinya, carilah pada tujuh hari yang terakhir." (Lihat maraji’ diatas).

Telah diketahui dalam sunnah, pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat. Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada malam Lailatul Qadar, ada dua orang sahabat berdebat, beliau bersabda, "Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Laitul Qadar, tetapi fulan dan fulan (dua orang) berdebat hingga diangkat tidak bisa lagi diketahui kapan lailatul qadar terjadi), semoga ini lebih baik bagi kalian, maka carilah pada malam 29, 27, 25 (dan dalam riwayat lain: tujuh, sembilan, lima)."
(HR Bukhari 4/232).

Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir, yang lainnya menegaskan di malam ganjil sepuluh hari terakhir. Hadits yang pertama sifatnya umum, sedang hadits kedua adalah khusus, maka riwayat yang khusus lebih diutamakan daripada yang umum, dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan, tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah, tidak ada masalah. Maka dengan ini, cocoklah hadits-hadits tersebut, tidak saling bertentangan, bahkan bersatu tidak terpisahkan.

Kesimpulannya, jika seseorang muslim mencari malam Lailatul Qadar, carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir, 21, 23, 25, 27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari ppada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25, 27 dan 29. Wallahu a’lam.

Paling benarnya pendapat lailatul qadr adalah pada tanggal ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah, ia berkata: Adalah Rasulullah beri’tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata, "Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan."

3. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar

Sesungguhnya malam yang diberkahi ini, barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya, maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu, melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk mendapatkannya). Oleh karena itu, dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahalaNya yang besar, jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759)

Disunnahkan untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, (dia) berkata, "Aku bertanya, Ya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan?" Beliau menjawab, "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku." (HR Tirmidzi (3760), Ibnu Majah (3850), dari Aisyah, sanadnya shahih. Lihat syarahnya Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan, halaman 55-57, karya ibnu Rajab al Hanbali).

Saudaraku -semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mentaatiNya - engkau telah mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan sholat) pada sepuluh malam hari terakhir, menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita, perintahkan kepada istrimu dan keluargamu untuk itu dan perbanyaklah amalan ketaatan.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, "Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya."
(HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).

Juga dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, (dia berkata), "Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir), yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya." (HR Muslim 1174).

4. Tanda-tandanya

Ketahuilah hamba yang taat -mudah-mudahan Allah menguatkanmu dengan ruh dariNya dan membantu dengan pertolonganNya- sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya.

Dari Ubay radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi." (HR Muslim 762).

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), "Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah."
(HR Muslim 1170.)
Perkataannya "Syiqi Jafnah", syiq artinya setengah, jafnah artinya bejana. Al Qadli ‘Iyadh berkata, "Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.")

Dan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan."
(HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan).


Dikutip dari Sifat Puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Penerbit Pustaka Al-Mubarok (PMR)
penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.
Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H.
Judul asli "Shifat shaum an Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii Ramadhan"
Bab "Malam Lailatul Qadar"
Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid
Penerbit Al Maktabah Al Islamiyyah cet. Ke 5 th 1416 H.
Edisi Indonesia

TOP TEN WEBSITE ISLAMI

Saat ini ada banyak sekali website Islami yang sekarang ada di jagat maya Indonesia. Ribuan bahkan mungkin puluhan ribu website/blog Islami di Indonesia ini. Alhamdulillaah, ini adalah sebuah nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, tanda bangkitnya dakwah Islam di dunia pada umumnya, dan di Indonesia pada khususnya. Dan website-website tersebut, terbagi dalam berbagai kategori dan tema masing-masing. Alhamdulillaah.

Namun dengan banyaknya website yang tersedia tersebut, hal ini menjadi sebuah kebingungan tersendiri bagi banyak orang, terutama mengenai mana website Islami yang terbaik dan terlengkap berdasar kategori masing-masingnya. Karenanya, berikut kami mencoba untuk memilihkan 10 website Islami berbahasa Indonesia terbaik dalam kategorinya masing-masing, untuk membantu Anda semua.


1. Artikel Islami : http://muslim.or.id

Muslim.or.id adalah sebuah website umum yang berisikan ribuan artikel Islami yang bermanfaat. Kelebihan dari website yang satu ini dibanding website lainnya adalah cara penulisan artikelnya yang ilmiah (penuh dalil, dengan penyebutan sumbernya) dan gaya bahasa yang ringan. Mudah untuk difahami bahkan untuk yang baru belajar Islam.

Sebenarnya ada lagi yang cukup bagus, yaitu http://almanhaj.or.id. Kalau yang satu ini lebih simple, hanya saja kurang interaktif. Jadi, kami masih lebih memilih muslim.or.id.

2. Artikel Muslimah : http://muslimah.or.id

Website yang satu ini adalah “saudari kandung” dari website muslim.or.id. Sama seperti “saudara kandung”-nya, website ini pun menyajikan artikel-artikel Ilmiah Islami untuk para pembacanya. Satu hal yang membedakan dengan muslim.or.id adalah, website muslimah.or.id ini lebih ditujukan untuk muslimah. Bagi Anda para wanita, insyaaAllah bisa menarik berbagai manfaat dari website ini.

3. Search Engine Islami : http://yufid.com

Pernah bingung mencari artikel Islami di internet? Tidak dapat artikel yang diinginkan walau sudah lama “googling”? Coba Yufid.com! Website yang satu ini merupakan sebuah “simple search engine” khusus untuk artikel-artikel Islami. Anda bisa manfaatkan web ini untuk mendapat hasil pencarian artikel Islami secara cepat, akurat dan mudah, insyaaAllah.

4. Download Video Ceramah : http://yufid.com

Yufid.tv adalah sebuah website yang menyediakan berbagai rekaman ceramah asatidz (ustadz-ustadz) dari seluruh Indonesia dalam bentuk video. Walau bukan website download rekaman ceramah pertama di Indonesia, menurut kami hingga saat artikel ini ditulis, Yufid.tv adalah yang terbaik dari beberapa segi : isi materinya, dan juga desainnya.

5. Download Audio Ceramah : http://kajian.net

Kajian.net, seperti namanya, menyediakan berbagai rekaman kajian-kajian (ceramah) Islami yang bisa Anda download dengan gratis. Rekaman-rekamannya didapatkan dari berbagai ceramah ustadz-ustadz di berbagai daerah. Cocok didengar sambil bekerja/belajar, maupun untuk teman di perjalanan.

6. Download Umum (software, ebook, dll) : http://islam-download.net

Salah satu website yang “paling lengkap” dan juga “paling tua” umurnya di Indonesia (sejak tahun 2007), dalam kategori download Islami umum. Di website yang satu ini tersedia lebih dari 2.500+ file Islami yang bisa Anda download, manfaatkan, dan Anda sebarkan ulang.

7. Wirausaha/Bisnis Islami : http://pengusahamuslim.com

Islam tidak hanya mengajarkan tentang ‘Aqidah, Syari’ah (Fikih), Tafsir Qur’an, Hadits dan berbagai “Ilmu Akhirat” saja. Akan tetapi, Islam juga mengatur berbagai masalah terkait kehidupan manusia di dunia yang lainnya. Salah satunya, peraturan tentang bisnis secara Islami. Untuk Anda yang tertarik, bisa dicoba untuk berkunjung ke website ini.

8. Tanya-Jawab Islami : http://konsultasisyariah.com

Jika Anda pernah punya pertanyaan terkait Islam yang membuat Anda bingung akan jawabannya? Di saat seperti itu, Anda perlu untuk mencari jawabannya dengan bertanya kepada seorang ustadz/seorang ulama. Akan tetapi persoalannya, bagaimana kalau tidak ada ustadz/ulama yang bisa ditanyai di sekitar Anda?

Jika Anda berada di dalam kondisi seperti itu, mungkin website KonsultasiSyariah.com ini bisa menjadi salah satu solusinya. Di dalamnya ada banyak sekali artikel tanya-jawab seputar masalah Agama Islam yang insyaaAllah sangat bermanfaat. Siapa tahu salah satu pertanyaan yang “bersarang” di benak Anda sudah ada jawabannya di sana.

9. Belajar Bahasa Arab : http://badaronline.com
Bahasa Arab adalah bahasa Qur’an. Bahasa Arab adalah bahasa Hadits. Bahasa Arab adalah bahasa Islam. Betapa pentingnya bahasa Arab! Jika Anda pernah berminat untuk belajar bahasa Arab namun memiliki kendala jarak dan waktu untuk belajar “tatap muka” dengan seorang guru, atau sudah belajar tatap muka di tempat lain dan ingin menambah ilmu Anda tentang bahasa Arab, situs ini bisa Anda coba.

10. Facebook Page : http://www.facebook.com/rumaysho

Rumaysho namanya. Sebuah Facebook (FB) Page yang berisi khusus tentang dakwah Islami. Saat ini, halaman ini sudah memiliki setidaknya 520.000+ penggemar. Alhamdulillaah wa subhaanAllah. Salah satu yang membuat FB Page ini bernilai “lebih” dari website lainnya, adalah rutinnya update yang dilakukan dan ilmiahnya pembahasan yang dibawakan. Dan hal itulah salah satu hal yang membuat kami menganggap FB Page ini yang terbaik di Indonesia, untuk saat ini.

Untuk yang terakhir, sebenarnya kurang tepat jika disebut sebagai “website”, karena pada faktanya yang satu ini berupa “Facebook Page”. Namun karena Facebook Page yang satu ini adalah sebuah “halaman resmi” dari website Rumaysho.com, kami memasukkannya dalam kategori “website”.

Demikianlah 10 website Islami terbaik berdasar kategori masing-masing. Semoga bermanfaat, dan mohon disebarkan kepada teman/saudara Anda yang lainnya. Semoga menjadi amal shalih (pahala) bagi Anda.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh.
Islam-Download.Net

9 dari 10 Pintu Rezeki di Perdagangan

Pintu Rejeki Di Perdagangan
Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Ada sebuah hadits yang sering tersebar di kalangan orang awam sebagai motivasi untuk berbisnis atau menjadi pedagang. Namun, disayangkan hadits ini belum diletiti akan keshahihannya. Walaupun mungkin makna perkataan tersebut benar dan sah-sah saja. Akan tetapi, sangat tidak tepat jika kita menyandarkan suatu perkataan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal beliau tidak pernah mengatakannya. Karena, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bersabda

مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka silakan ia mengambil tempat duduknya di neraka.”
(HR. Bukhari, no. 1291 dan Muslim, no. 3)
Hadits yang kami maksudkan di atas adalah hadits berikut ini,

تِسْعَةُ أَعْشَارِ الرِزْقِ فِي التِّجَارَةِ

"Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan."

Sekarang kita akan meneliti shahih ataukah tidak hadits tersebut.

Perkataan Para Ulama Pakar Hadits

Dalam Al-Istidzkar (8/196), Al-Hafizh Ibnu ‘Abdil Barr mengisyaratkan bahwa hadits ini dha’if (lemah, ed.).

Dalam Al-Mughni ‘an Hamlil Asfar, Al-Hafizh Al-‘Iraqi pada hadits no. 1576 membawakan hadits,

عليكم بالتجارة فإن فيها تسعة أعشار الرزقة

“Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki.”

Diriwayatkan oleh Ibrahim Al-Harbi dalam Gharib Al-Hadits dari hadits Nu’aim bin ‘Abdirrahman,

تِسْعَةُ أَعْشَارِ الرِزْقِ فِي التِّجَارَةِ

"Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan.".Para perawinya tsiqah (kredibel). Nu'aim di sini dikatakan oleh Ibnu Mandah bahwa dia hidup di zaman sahabat, namun itu tidaklah benar. Abu Hatim Ar-Razi dan Ibnu Hibban mengatakan bahwa hadits ini memiliki taabi' (penguat), sehingga haditsnya dapat dikatakan mursal [Hadits mursal adalah hadits yang dikatakan oleh seorang tabi’in langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa menyebut sahabat. Hadits mursal adalah di antara hadits dha’if yang sifat sanadnya terputus (munqothi’)].

Dalam Dha’if Al-Jaami’ no. 2434, terdapat hadits di atas. Takrij dari Suyuthi: Dari Nu’aim bin ‘Abdirrahman Al-Azdi dan Yahya bin Jabir Ath-Tha’i, diriwayatkan secara mursal. Syaikh Al-Albani berkomentar hadits tersebut dha’if.

Hadits tersebut dikeluarkan pula oleh Ibnu Abid Dunya dalam Ishlah Al-Maal (hal. 73), dari Nu’aim bin ‘Abdirrahman.[1]

Conclusion: Hadits tersebut adalah dha’if sehingga tidak bisa disandarkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, walaupun maknanya mungkin saja benar. Wallahu a’lam bish shawab.

Penjelasan Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdirrahman Al-Jibrin

Beliau ditanya, “Apakah hadits ini shahih, yaitu ‘perdagangan adalah sembilan dari sepuluh pintu rezeki’ sebagaimana yang selama ini sering kami dengar?”

Syaikh rahimahullah menjawab, “Aku tidak mendapati hadits tersebut dalam kitab-kitab hadits seperti Jaami’ Al-Ushul, Majma’ Az-Zawaid, At-Targhib wa At-Tarhib dan semacamnya. Abu ‘Abdillah Muhammad bin ‘Abdirrahman Al-Washabi menyebutkan dalam kitabnya Al-Barakah fis Sa’yil Harakah halaman 193, beliau menegaskan bahwa hadits tersebut marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Beliau juga menyebutkan beberapa hadits dha’if, namun beliau tidak melakukan takhrij terhadapnya. Sebenarnya hadits tersebut tidak diriwayatkan dalam kitab shahih, kitab sunan, maupun musnad yang masyhur. Yang nampak jelas, hadits tersebut adalah hadits dha’if. Mungkin saja hadits tersebut mauquf (sampai pada sahabat), maqthu’ (hanya sampai pada tabi’in) atau hanya perkataan para ahli hikmah. Perkataan tersebut boleh jadi adalah perkataan sebagian orang mengenai keuntungan dari seseorang yang mencari nafkah lewat perdagangan.

Sebenarnya, telah terdapat beberapa hadits dalam masalah berdagang yang menyebutkan keutamaanya dan juga menyebutkan bagaimana adab-adabnya sebagaimana disebutkan dalam kitab At-Targhib wa At-Tarhib, yang disusun oleh Al-Mundziri, juga dalam kitab lainnya. Di antara hadits yang memotivasi untuk berdagang adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang,”
(Muttafaqun ‘alaih)[2]

Juga pada hadits,

أَطْيَبُ الْكَسْبِ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ

“Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.”
(HR. Ahmad, Al-Bazzar, Ath-Thabrani dan selainnya, dari Ibnu ‘Umar, Rafi’ bin Khudaij, Abu Burdah bin Niyar dan selainnya). Wallahu a’lam.[3]

Semoga sajian ini bermanfaat.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Prepared at night after dinner, in Riyadh-KSA, 1 Muharram 1432 (06/12/2010)
By Muhammad Abduh Tuasikal (Penasihat Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia)

Sumber : http://www.pengusahamuslim.com/

Tips Membangun dan Membina Rumah yang Islami

Dalam membangun rumah yang baik, sering orang menggunakan Feng Shui yang berasal dari budaya Cina. Padahal tidak semuanya selaras dengan ajaran Islam. Jika keliru, mungkin bisa terjerumus dalam kemusyrikan karena mempercayai adanya kekuatan selain Allah yang bisa menyelamatkannya.
Dalam membangun rumah yang Islami, sebetulnya dalam Islam ada beberapa petunjuk untuk itu. Di antaranya:

Tetangga yang Baik
Pilihlah rumah di antara tetangga yang baik (kecuali jika anda adalah da’i yang ingin melakukan perbaikan). Sebab jika tetangga anda tidak baik, maka hidup anda akan merasa kurang nyaman. Bayangkan jika tetangga anda adalah preman, pezina, atau pemabuk.

Pilihlah tetangga (lihat calon tetangganya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Pilihlah kawan perjalanan sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat (bepergian).
(HR. Al Khatib)

Nabi Saw berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat pemukiman. Sesungguhnya tetangga-tetangga orang-orang Badui suka berpindah-pindah.”
(HR. Ibnu ‘Asakir)

Tiap empat puluh rumah adalah tetangga-tetangga, yang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah kiri (rumahnya).
(HR. Ath-Thahawi).

Usahakan agar tetangga anda cukup makannya:

Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu.
(HR. Al Bazzaar)

Hendaknya rumah cukup luas (tidak terlampau luas, tapi juga tidak terlampau sempit).
Di antara kebahagiaan seorang muslim ialah mempunyai tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang meriangkan.
(HR. Ahmad dan Al Hakim)

Rumah yang terlampau luas, misalnya 400 m2 lebih, cenderung menghasilkan ”Rumah Gedong” di mana tetangga satu tidak kenal dengan tetangga lainnya. Para penghuni masing-masing asyik di dalam ”Istana” mereka.
Sebaliknya rumah yang terlalu sempit, misalnya kurang dari 50 m2 cenderung membuat penghuninya tidak betah di rumah sehingga akhirnya banyak menghabiskan waktunya mengobrol/gosip dengan para tetangganya.
Luas rumah yang ideal (pertengahan) adalah sekitar 100-200 m2.


Jangan Membangun Rumah Megah
Dalam membangun rumah, janganlah terlalu mewah sehingga jadi bermegah-megahan. Ini tidak disukai Allah dan merupakan satu sifat dari orang-orang yang buruk di akhir zaman.
”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu”
[At Takaatsur:1]

Ketika ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab: ”Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung”
[HR Muslim]

Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah.
(HR. Bukhari)

Jangan membangun rumah yang terlampau tinggi (misalnya sampai 4 tingkat) sehingga akhirnya tetangga tidak mendapat sinar matahari atau angin.
Ketika ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab: “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” [HR Muslim]

Buatlah Rumah yang Baik

“…menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…”
[Al A’raaf:157]
Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.”
[Al Maa-idah:100]

Rumah yang baik adalah rumah yang sehat. Yaitu jendelanya cukup sehingga sinar matahari bisa masuk dan tidak lembab. Ini juga bisa menghemat listrik karena siang hari tak perlu menyalakan lampu. Selain itu ventilasinya juga harus baik sehingga udara segar bisa masuk ke dalam rumah. Jarak antara lantai dan atap sebaiknya agak tinggi (minimal 2,5 meter) sehingga tidak terlalu panas.

Rumah juga harus kuat dan aman. Misalnya dengan menggunakan beton bertulang, rumah jadi lebih aman jika misalnya terjadi gempa. Jika menggunakan kayu, pilih kayu yang kuat serta beri anti rayap sehingga tidak mudah kropos. Harus diperhatikan apakah rumah tersebut rawan dari kebakaran atau tidak.

Sebaiknya rumah minimal terdiri dari 3 kamar. Satu untuk suami-istri, satu untuk anak laki-laki, dan satu lagi untuk anak perempuan. Banyak kasus incest terjadi karena kamarnya hanya satu sehingga pria-wanita bercampur.
Hendaknya aurat dari lawan jenis (kecuali suami-istri) terpelihara dengan pembagian kamar yang baik.

”Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu”
[An Nuur:58]

Buatlah Rumah yang Indah

Allah senang keindahan. Manusia pun banyak yang suka akan keindahan. Oleh karena itu buatlah rumah yang indah. Tapi ingat, keindahan tidak sama dengan kemewahan atau kemegahan
Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada keindahan. Bila seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya.
(HR. Al-Baihaqi)

Rumah Harus Bermanfaat atau Fungsional
Selain indah setiap bagian rumah juga harus bermanfaat/fungsional. Jadi tidak hanya sekedar estetis tapi tidak bermanfaat.
Dari Abu Hurairoh ra, dia berkata: “Rosululloh SAW bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)

WC Jangan Mengarah/Membelakangi Kiblat

Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra.:
Bahwa Nabi saw. bersabda: Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar, tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat.
(Shahih Muslim No.388)

Usahakan agar rumah anda mengarah ke kiblat. Jika tidak, sebaiknya tempat shalat anda tidak mengarah ke WC.
Usahakan di rumah ada shower atau kran air, sehingga anda bisa mandi/wudlu dengan lebih sempurna dengan air yang mengalir.
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.”
Dikeluarkan oleh Muslim.

Sebaiknya tempat wudlu dipisah dari WC sehingga anda leluasa membaca doa sebelum atau sesudah wudlu.

Rumah Harus Bersih

Rumah yang kotor tidak sehat. Karena akan mengundang berbagai penyakit. Oleh karena itu rumah harus bersih dan mudah dibersihkan.
Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi.
(HR. Tirmidzi)

Penjelasan:
Orang-orang Yahudi suka menumpuk sampah di halaman rumah.
Jangan Menaruh Patung di dalam Rumah
Umar berkata, “Kami tidak memasuki gereja-gerejamu karena patung-patung dan gambarnya itu.”
[HR Bukhari]

Ibnu Abbas shalat di dalam biara (tempat ibadah agama lain) kecuali biara yang ada patung di dalamnya.
[HR Bukhari]

Jangan Memelihara Anjing

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa memiliki anjing selain anjing penjaga ternak dan anjing pemburu maka setiap hari pahala amalnya berkurang dua qirath.
(Shahih Muslim No.2940)

Peliharalah Anak Yatim

Jika anda berkelebihan, asuhlah anak yatim dan perlakukanlah dengan baik.
Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk. (HR. Ibnu Majah)

Tanamlah Pohon agar Teduh dan Sejuk
Tanamlah pohon di rumah anda sehingga rumah anda teduh dan mendapat udara segar dari oksigen yang dikeluarkan pohon tersebut. Kenyamanan naungan pohon ini digambarkan Allah sebagai berikut:
“Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.”
[Al Insaan:14]

Jika rumah anda luas mungkin anda bisa menanam pohon besar yang kuat seperti pohon asem. Jika sedang, bisa menanam pohon ukuran sedang seperti rambutan atau mangga. Hindari pohon besar yang rapuh dan berbahaya seperti pohon angsana. Banyak korban jiwa karena tertimpa pohon tersebut ketika terjadi badai/angin kencang.

Sumber Pena : media-islam.or.id

Do'a Rasulullah

Doa Rasulullah
Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam seorang yang banyak berdoa, memohon dan menunjukkan ketergantungan kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Beliau sangat menyukai kalimat-kalimat yang ringkas namun sarat makna dan juga menyukai ucapan-ucapan doa. Doa adalah ibadah yang sangat agung, yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Hakikat doa adalah menunjukkan ketergantungan kita kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan berlepas diri dari daya dan upaya makhluk. Doa merupakan tanda Ubudiyah (penghambaan diri secara totalitas kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala). Doa juga merupakan lambang kelemahan manusia. Di dalam ibadah doa terkandung pujian terhadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala.Dan doa Rasulullah lah yang terbaik


Disamping itu terkandung juga sifat penyantun dan pemurah bagi Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Oleh sebab itu Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Doa itu adalah ibadah”
(HR: Tirmidzi)

Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah, yang artinya:
“Ya Alloh, tolonglah daku dalam menjalankan agama yang merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan.”
(HR: Muslim)

Di antara doa Rasulullah adalah yang artinya :
“Ya Alloh, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan kepada seorang muslim lain.” ( HR Abu Daud)

Demikian pula doa berikut ini:
“Ya Alloh, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, perkayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu.”
(HR: At-Tirmidzi)

Di antara permohonan beliau kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala, yang artinya:
“Ya Alloh, ampunilah dosaku, curahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan temukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berdoa memohon kepada Rabb Subhanahu wa Ta’ala baik pada waktu lapang maupun pada saat sempit. Pada peperangan Badar, beliau berdoa kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala hingga jatuh selendang beliau dari kedua pundaknya, memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala agar menurunkan pertolongan bagi kaum muslimin dan menjatuhkan kekalahan atas kaum musyrikin. Beliau sering berdoa untuk dirinya sendiri, untuk keluarga dan ahli bait beliau, untuk sahabat-sahabat beliau bahkan untuk segenap kaum muslimin.

http://www.mediamuslim.info