Kompilasi Pena

Tidur Ibu Hamil Yang Baik

Tidur Ibu Hamil Yang Baik adalah hal yang penting dalam hal menjaga kesehatan baik itu bagi ibu hamil itu sendiri atau juga bagi janin yang dikandungnya. Pengertian tidur dapat didefinisasikan sebagai sebuah proses fisiologis yang bersiklus bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan dan juga suatu keadaan di bawah sadar dimana seseorang itu masih dapat untuk dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya. Manusia normal seperti kita pada umumnya tentunya juga melakukan aktifitas ini, meskipun cuma 1 jam tiap hari. Untuk itulah perlu dan pentingnya kita mengenal akan posisi tidur yang baik ibu hamil yang akan banyak memberikan manfaat.

Postingan di Kompilasi Pena ini diilhami dari blog sobat yaitu Blog Keperawatan yang mengupas akan berbagai hal mengenai tidur yang baik dalam hal kwalitas serta kuantitasnya. Nah pena akan sedikit membahas mengenai posisi yang nyaman pada ibu hamil pada tiap bulan kehamilannya. Pada awal-awal kehamilan memang tidaklah terlalu sulit karena memang kehamilannya belum besar. Tetapi bila telah memasuki trimester terakhir memang harus diatur karena hal ini berkaitan erat dengan membesarnya janin yang dikandungnya.

Posisi Tidur Ibu Hamil Yang Baik

Kebutuhan tidur ibu hamil harus dapat dipenuh dengan baik dan juga cukup dalam kualitas dan juga kwantitasnya karena kesemuanya ini adalah merupakan bagian sebuah kebutuhan. Adanya janin dalam perut memberikan ketegangan pada tubuh wanita, itu sebabnya mengapa pada ibu hamil cepat lelah dan dan tentunya hal ini membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak daripada waktu sebelum hamil.

Sulit tidur di malam hari juga kerapkali dialami ibu hamil. Dan hal tersebut bisa menyebabkan kondisi ibu hamil menurun. Konsentrasi berkurang, mudah lelah, badan terasa pegal, tidak mood bekerja, dan cenderung emosional (emosi yang labil). Tentu saja hal ini dapat membuat beban kehamilan semakin berat. Selain harus menyesuaikan diri dengan perubahan hormon maupun perubahan fisik, ibu hamil juga harus berjuang menghadapi stamina yang menurun drastis.

Untuk itulah di bawah ini ada beberapa posisi tidur ibu hamil yang perlu kita perhatikan agar kesehatan bagi ibu hamil serta janinnya bisa lebih terjaga yaitu :

Berbaring Tidur Di Sisi Kiri.
Kebanyakan ahli medis dan juga kesehatan setuju bahwa tidur di sisi kiri ketika sedang hamil adalah cara terbaik untuk mendapatkan posisi yang nyaman pada saat tidur selama kehamilan. Posisi tidur ini meningkatkan aliran darah ke bayi. Itu sebabnya, bahkan bayi yang belum lahir bisa tidur dengan nyaman. Jika perut ibu hamil sakit atau terasa terlalu ketat, posisi ini adalah posisi terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Selain itu, manfaat tidur di sisi kiri memungkinkan ginjal untuk membuang produk limbah dari tubuh dengan cepat. Menurut Stacy, ibu hamil yang tidur miring ke kiri akan membantu aliran darah ke bayi lebih baik. Hal ini karena pembuluh darah utama ibu hamil tidak terhalang berat rahim.

Tidur Posisi Telentang.
Bagi ibu hamil pada masa awal-awal kehamilan. Meskipun tidur telentang tampaknya seperti pilihan yang aman selama kehamilan, namun tidak begitu. Ibu hamil dapat mencoba posisi tidur ini ditahap awal kehamilan. Namun, semakin lama akan semakin berat perut dan kandungan, sehingga tidur terlentang akan menempatkan tekanan pada tulang punggung. Hal ini dapat menyebabkan sakit punggung. Pada trimester ketiga kehamilan, bayi bahkan mungkin bergerak ke atas menempatkan tekanan pada diafragma. Hal ini dapat membuat para ibu hamil akan menahan nafas dalam beberapa kasus, jadi hindari tidur terlentang di tahap akhir kehamilan terutama jika memiliki masalah pernapasan.

Posisi tidur terlentang pada trimester kedua dan ketiga juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Untuk beberapa wanita, dapat menyebabkan penurunan darah yang membuat mereka merasa pusing, untuk yang lain malah meningkatkan tekanan darah. Pada kasus kehamilan dengan tekanan darah tinggi, tidur pada posisi terlentang sangat tidak dianjurkan. Apalagi bila memiliki riwayat kehamilan resiko tinggi pula.

0 komentar:

Post a Comment